Malam ini aku bermimpi indah,,,, dalam tidurku, aku menyaksikan kemerlap bintang di angkasa. Baik di bumi belahan utara maupun selatan. Kulihat bintang-bintang itu bersinar terang. Aku bertanya, akankah aku dapat kembali menikmati keindahan yang hanya kusaksikan lewat mimpi itu. Aku hanya berharap, dan aku dalam mimpi berdo'a. Semoga Rahmat-Mu selalu mengiringi diriku dimanapun aku berada. Agar aku tak menjadi manusia yang lalai akan nikmat yang telah di berikan oleh-Nya.
Saat bulat tengah pucat membelah langit, di sebrang kudengar seruling alam tengah menyajikan alunan dawai kedamaianya. JIwaku yang tengah kering, untuk sejenak sejuk dan tentram. Aku mencoba menapak tilas dengan apa yang selama ini telah kuperbuat. Ada banyak lubang yang telah kugali, aku malu untuk lagi bertatap muka dengan dunia. Aku tak tahu lagi, dengan apa aku dapat menghilangkan noda yang telah melekat dalam tubuh ini. Saat aku tengah gundah, obat itu datang. Dia muncul seperti kabut saat musim dingin. Sejuk dan menentramkan. Walau sejenak, aku tersadarkan bahwa setipispun harapan, cahaya itu masih bersinar. MAsih ada jalan untuk kembali menuju jalan-Nya.
Setiap apa yang kita harapkan, terkadang hasilnya tak sesuai. Kadang kala kegagalan membuat kita stres, membuat kita beh su'udzon terhadap Sang Pencipta. NA'UDZUBILLAH.....NAmun tahukah kau kawan, dibalik awan kelam itu terdapat sejuta nikmat yang tengah menunggu dirimu. Tahukah kalian betapa Maha Adilnya Allah Rob semesta alam. Saat kau tengah terpuruk dalam kegagalan, dan kau mau bersabar dan mendekatkan diri pada-Nya. Jiwamu akan merasa tentram, dan dalam kesempatan yang tak terduga. Nikmat-Nya akan turun menghampirimu melalui tempat yang tak pernak kau duga sebelumnya. Sadarkah kau kawan, bahwa setiap kita yang ingin menjadi hamba yang lebih baik, maka tentu kita akan mendapatkan ujian. Kadar ujian ini yang menentukan sejauh mana keimanan kita terhadap-Nya, sejauh mana kesabaran kita. Seberapa dalamkah kita memahami sifat Qona'ah seperti yang di tunjukkan Rasulullah Shallahu'alaihi Wasallam. SEmakin kita menyelami pelajaran-pelajaran hidup, semakin kita tahu bahwa kita hidup hanya untuk sementara. Masih ada kehidupan yang kekal menunggu kita, kita akan sadar, bahwa dunia hanyalah ladang kita unutk beramal. Sebagaimana Rasulullah telah mengambarkan lewat haditsnya, (terjemahanya sebagai berikut. Dikutip dari koran republika, 10-12-2009) " Aku tidak memiliki kecenderungan (kecintaan) terhadap dunia. KEberadaanku di dalam dunia seperti seorang musafir yang berteduh di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkan pohon tersebut " (H.R Tirmidzi)
Lihatlah kawan, bagaimana panutan kita telah mengajarkan kepada kita tentang bagaimana memaknai hidup. Untuk itulah kawan, banyak-banyak lah kau beramal saleh selagi kau dapat melakukanya.
" Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka (orang-orang kafir) , dia berkata, ' Ya Tuhanku kembalikanlah aku 9 KE dunia). Agar aku berbuat amal saleh terhadap apa yang telah aku tinggalkan'. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang di ucapkanya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding hingga hari mereka di bangkitkan. (Q S : Al-Mukminun[23]: 99-100).
Saat bulat tengah pucat membelah langit, di sebrang kudengar seruling alam tengah menyajikan alunan dawai kedamaianya. JIwaku yang tengah kering, untuk sejenak sejuk dan tentram. Aku mencoba menapak tilas dengan apa yang selama ini telah kuperbuat. Ada banyak lubang yang telah kugali, aku malu untuk lagi bertatap muka dengan dunia. Aku tak tahu lagi, dengan apa aku dapat menghilangkan noda yang telah melekat dalam tubuh ini. Saat aku tengah gundah, obat itu datang. Dia muncul seperti kabut saat musim dingin. Sejuk dan menentramkan. Walau sejenak, aku tersadarkan bahwa setipispun harapan, cahaya itu masih bersinar. MAsih ada jalan untuk kembali menuju jalan-Nya.
Setiap apa yang kita harapkan, terkadang hasilnya tak sesuai. Kadang kala kegagalan membuat kita stres, membuat kita beh su'udzon terhadap Sang Pencipta. NA'UDZUBILLAH.....NAmun tahukah kau kawan, dibalik awan kelam itu terdapat sejuta nikmat yang tengah menunggu dirimu. Tahukah kalian betapa Maha Adilnya Allah Rob semesta alam. Saat kau tengah terpuruk dalam kegagalan, dan kau mau bersabar dan mendekatkan diri pada-Nya. Jiwamu akan merasa tentram, dan dalam kesempatan yang tak terduga. Nikmat-Nya akan turun menghampirimu melalui tempat yang tak pernak kau duga sebelumnya. Sadarkah kau kawan, bahwa setiap kita yang ingin menjadi hamba yang lebih baik, maka tentu kita akan mendapatkan ujian. Kadar ujian ini yang menentukan sejauh mana keimanan kita terhadap-Nya, sejauh mana kesabaran kita. Seberapa dalamkah kita memahami sifat Qona'ah seperti yang di tunjukkan Rasulullah Shallahu'alaihi Wasallam. SEmakin kita menyelami pelajaran-pelajaran hidup, semakin kita tahu bahwa kita hidup hanya untuk sementara. Masih ada kehidupan yang kekal menunggu kita, kita akan sadar, bahwa dunia hanyalah ladang kita unutk beramal. Sebagaimana Rasulullah telah mengambarkan lewat haditsnya, (terjemahanya sebagai berikut. Dikutip dari koran republika, 10-12-2009) " Aku tidak memiliki kecenderungan (kecintaan) terhadap dunia. KEberadaanku di dalam dunia seperti seorang musafir yang berteduh di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkan pohon tersebut " (H.R Tirmidzi)
Lihatlah kawan, bagaimana panutan kita telah mengajarkan kepada kita tentang bagaimana memaknai hidup. Untuk itulah kawan, banyak-banyak lah kau beramal saleh selagi kau dapat melakukanya.
" Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka (orang-orang kafir) , dia berkata, ' Ya Tuhanku kembalikanlah aku 9 KE dunia). Agar aku berbuat amal saleh terhadap apa yang telah aku tinggalkan'. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang di ucapkanya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding hingga hari mereka di bangkitkan. (Q S : Al-Mukminun[23]: 99-100).

0 komentar:
Posting Komentar